Ad Top

Ini 10 Stilasi Penanda Jejak Bandung Lautan Api

23/3/2018 by Radja
Bandungpedia
Foto: Radja

TANGGAL 24 Maret ini menjadi momen penting bagi warga Bandung untuk kembali mengingat peristiwa Bandung Lautan Api. Selain mengenang peristiwa yang terjadi, peringatan Bandung Lautan Api juga bisa diisi dengan mengunjungi beberapa lokasi stilasi sebagai jejak sejarah Bandung Lautan Api.

Stilasi  sendiri merupakan penggambaran bentuk alami menjadi bentuk ornamental (hiasan) yang dilakukan dengan cara pengurangan atau penyederhanaan objek. Biasanya stilasi dibuat sebagai jejak sejarah sebuah peristiwa.

Ada 10 stilasi yang berkaitan dengan Bandung Lautan Api. Ke-10 stilasi ini tersebar di beberapa titik Kota Bandung.

Stilasi 1

Berada di kawasan Dago, tepatnya persimpangan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Sultan Agung. Stilasi berada di depan gedung bekas kantor berita Jepang, Domei, yang sudah ada sejak tahun 1937. Menurut catatan sejarah, di kantor berita inilah untuk pertama kalinya teks proklamasi dibaca oleh rakyat Bandung.

Stilasi 2

Berada di persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan terletak gedung Bank BJB yang dahulu bernama Gedung Denis. Di gedung ini, pada Oktober 1945, pejuang Bandung Moeljono dan E. Karmas melakukan perobekan bendera Belanda.

Stilasi 3

Berada di Jalan Asia Afrika, tepatnya di depan Gedung Asuransi Jiwasraya. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai markas resimen 8 yang dibangun pada tahun 1922.

Stilasi 4

Berada di sebuh rumah yang terletak di Simpang Lima. Di tempat inilah dilakukan perumusan serta diambilnya keputusan pembumihangusan kota Bandung.

Stilasi 5

Berada di dekat persimpangan Jalan Oto Iskandardinata dan Jalan Kautamaan Istri.

Stilasi 6

Terletak di sebuah rumah yang juga markas komando Divisi III Siliwangi pimpinan Kolonel A.H. Nasution. Tempat ini dulunya bernama Regentsweg. Rumah tersebut kini sudah dibongkar.

Stilasi 7

Berada di persimpangan Jalan Lengkong Tengah dan Jalan Lengkong Dalam.

Stilasi 8

Berada di Jalan Jembatan baru yang merupakan salah satu garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong.

Stilasi 9

Berada di SD ASMI, Jalan Asmi. Bangunan utama gedung tidak banyak mengalami perubahan. Tempat ini digunakan sebagai markas pemuda pejuang, Pesindo dan BBRI sebelum terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api.

Stilasi 10

Berada di depan sebuah gereja yang terletak di Jalan Mohamad Toha sebagai jalur utama pengungsian. Gereja ini dahulu merupakan gedung pemancar NIROM yang digunakan untuk menyebarluaskan proklamsi kemerdekaan ke seluruh Indonesia dan dunia.