Ad Top

Ini 4 Destinasi Wisata Menarik di Pangalengan Bandung

31/3/2018 by Radja
Bandungpedia
Foto: Radja

Setiap libur akhir pekan tiba, Bandung menjadi salah satu tempat yang menjadi pilihan banyak wisatawan di sekitar Jawa Barat. Namun jika Anda bosan menghabiskan waktu di Kota Bandung, Pengalengan yang berjarak 45 kilometer dari pusat kota bisa jadi pilihan.

Pangalengan termasuk kawasan Bandung Selatan. Berada di wilayah pegunungan dan perbukitan, tempat ini menawarkan udara yang sejuk, semilir angin dan langit yang cerah membiru.

Berikut destinasi menarik yang bisa ditemukan di Pengalengan:

1. Perkebunan Teh Malabar

Perkebunan Teh Malabar adalah surga di ketinggian cekungan Bandung dengan hamparan permadani nan hijau.

Lihat juga: 8 Objek Wisata Alam di 'Planet' Bekasi

Indahnya pemandangan kebun teh Malabar tak lepas dari faktor ketinggian lokasi yang berada di 1.550 meter di atas permukaan laut. Di sini pula, K.A.R. Bosccha memprakarsai kebun teh tertua di Pangalengan.

Pria berjuluk Raja Teh Priangan itu sukses mendirikan dua pabrik teh yang menjadikan hasil perkebunannya mampu bersaing di luar negeri.

Beberapa produk teh yang dihasilkan Pabri Teh Malabar dikirim ke beberapa negara Eropa.

Berjalan-jalan di tengah kebun teh adalah kegiatan yang bisa dilakukan selama di Pangalengan. Selain hamparan pohon teh, di sini wisatawan juga dapat melihat ada sekolah, lapangan sepak bola dan bekas pabrik.

Pengunjung bisa mendapatkan teh hitam yang merupakan produk unggulan Perkebunan Malabar. Ada dua produk yang bisa dibeli langsung yaitu teh cap Goalpara dan Gunung Mas.

2. Rumah Bosscha

Setelah puas mengitari perkebunan teh, pengunjung bisa menuju rumah peninggalan Bosscha. Tak jauh dari gerbang utama Perkebunan Teh Malabar, terdapat rumah sang Meneer.

Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 5.000, pemandu akan mengantarkan masuk ke rumah yang dulunya menjadi tempat Bosscha banyak menghabiskan waktu.

Masuk lewat pintu bagian belakang rumah, hawa sejuk seketika berubah menjadi hangat saat memasuki kediamanBosscha. Terpampang foto hitam-putih seorang pria, berkumis dengan senyum simpul. di dinding menuju ruang tengah.

Lihat juga: Tiket Kereta Prioritas ke Bandung Rp200 Ribu per Orang

Sejumlah properti dari abad ke-18 masih terawat di dalam rumah. Mulai dari sofa antik, meja makan, kursi kayu, serta lampu yang memberi nuansa tempo dulu. Tak kalah penting, adalah piano Zeitter & Winkelmann buatan 1837 yang masih berfungsi dengan baik.

Rumah kediaman sang administratur perkebunan teh ini berlokasi tak jauh dari Gunung Nini, salah satu tempat favorit Bosscha. Di tempat yang sebenarnya bukit itu, juragan perkebunan mengamati kegiatan perkebunannya. Jika kabut tak menghalangi, maka dia akan bisa memantau segala aktivitas di kebunnya yang luas itu.

Tepat di belakang Rumah Bosscha, terdapat Wisma Malabar (The Malabar Cottage) yang dikelola PTPN VIII. Tersedia kamar untuk menginap bagi wisatawan yang berkunjung. Sewanya mulai dari Rp 325 ribu (awal-tengah pekan) dan Rp 475 ribu (akhir pekan).

"Yang menginap ada yang dari luar kota sampai luar negeri. Paling ramai kalau sudah akhir pekan," kata Ujang menerangkan.

3. Makam Bosscha

Selesai dari Rumah Bosscha, ada satu tempat yang bisa dikunjungi tak jauh dari kebun teh. Tempat itu adalah makam Bosscha.

Lihat juga: Proyek Wisata Halal Jakarta Dimulai dari Setu Babakan

Pria yang meninggal pada 26 November 1928 itu meninggal akibat penyakit tetanus yang dideritanya karena terinfeksi saat terjatuh dari kuda di Gunung Nini.

Sesuai dengan permintaannya sendiri, Bosscha dimakamkan di tengah kebun dan dikelilingi dengan hutan kecil. Di sekeliling makam terdapat sejumlah pohon besar dan tua. Sedang di bagian depan makam terdapat prasasti tanda jasa Bosscha semasa hidupnya.

Bangun makam Bosscha sendiri memiliki bentuk yang unik. Bagian atapnya berbentuk bundar menyerupai topi dengan ditopang pilar-pilar layaknya bangunan khas Eropa.

4. Situ Cileunca

Jika di Ciwidey ada Situ Patengan, di Pangalengan ada Situ Cileunca. Situ Cielunca adalah danau buatan yang dibangun pada era Hindia Belanda untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan menyuplai air bagi warga sekitar.

Tapi sekarang, Situ Cileunca menjadi magnet bagi penggemar wisata air. Pengunjung dapat berkeliling dengan menyewa perahu. Tak hanya itu, di tengah danau buatan itu terdapat kebun stroberi yang bisa dipetik sendiri.