Ad Top

N'Golo Kante Pernah Bekerja Sebagai Pemulung dan Jarang Saksikan Pertandingan Sepakbola

21/7/2018 by Radja
Sport
Foto:

N’Golo Kante menjadi pesepak bola yang namanya dielu-elukan saat ini. Kante menjadi salah satu pemain yang berjasa mengantarkan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.

Ditambah sosoknya yang rendah hati, membuat publik semakin penasaran siapa sosok Kante sebenarnya. Namun siapa sangka, di balik penampilan cemerlang dari Kante, ia memiliki cerita masa lalu yang kelam.

Berikut lima potret masa lalu kelam N’Golo Kante.

1. Bekerja sebagai pemulung

Masa kecil Kante dihabiskan dengan menjadi pemulung. Ia berjalan jauh di bagian timur Kota Paris untuk mengumpulkan limbah dan sampah. Benda-benda itu, ia jual ke perusahaan daur ulang.

Kante sadar pekerjaannya tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Saat itu ia memiliki impian yang tinggi, ia akan bekerja keras membebaskan keluarganya dari lingkaran kemiskinan.

2. Jarang saksikan pertandingan sepakbola

Kehidupan keluarga yang kurang mampu membuat Kante lebih ingin bekerja ketimbang menonton pertandingan sepakbola. Ia hanya menyaksikan pertandingan sepakbola ketika ada bar atau café yang mempertontonkan pertandingan sepak bola di televisi.

N’Golo Kante bercita-cita menjadi pemain sepakbola ketika banyak klub-klub remaja yang berdiri di sekitar rumahnya.

“Aku bercita-cita menjadi pesepakbola karena di rumahku mulai bermunculan klub remaja yang banyak diminati,” ujar Kante seperti dilansir FourFourTwo.

3. Orang tua Kante imigran dari Mal

Kedua orang tua Kante bukan asli Prancis melainkan Afrika Barat. Mereka bermigrasi pada 1980-an. N’Golo Kante merupakan anak pertama dari pasangan yang bernama Tuan Late dan Nyonya Kante itu.

N’Golo Kante tumbuh di sebuah flat kecil di Rueil Malmaison, daerah sub-urban kecil dan padat di kota Paris. Daerah ini dikenal sebagai tempat para pekerja kasar.

4. Sempat ingin bela Timnas Mali

Meskipun kelahiran Prancis, N’Golo Kante sempat berpikir untuk membela negara asli kedua orang tuanya, Mali. Hal ini dikarenakan ia sempat pesimistis untuk bisa membela Prancis di kancah internasional.

Kante juga pernah mengatakannya kepada mantan manajer Leicester City, Steve Walsh.

“Aku akan bermain untuk Mali saja karena kedua orang tuaku berasal dari sana,” ujar Kante pada Walsh seperti dilansir The Sunday Times.

Namun, Walsh meyakinkan Kante bahwa ia akan masuk skuat Ayam Jantan. Kini, kemampuan Kante sebagai defensive midfielder sudah tidak diragukan. Ia sempat disejajarkan dengan Claude Makelele.