Ad Top

Persib Tumbang, Teriakkan Ganti Radovic Menggema di Si Jalak Harupat

7/3/2019 by Radja
Sport
Foto: Radja

MAUNG Bandung kembali dibuat tak berkutik di kandang sendiri dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-2 (1-1) pada fase penyisihan grup A Piala Presiden 2019 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (7/3). 

Dalam pertandingan ini, Persib sempat unggul lebih dahulu melalui kaki, Erwin Ramdani di menit ke 31. Namun sayang, Persib harus kebobolan tiga gol dari  Persebaya melalui Manuchehr Jalilov menit 36 dan 49. Gol ketiga Persebaya diciptakan Irfan Jaya menit ke 76, sedangkan satu gol balasan Persib diciptakan Frets Listanto Butuan menit 85.

Hasil buruk ini menjadi kali kedua kekalahan yang diderita Persib di kandang, setelah sebelumnya Persib juga sempat tunduk dari PS Tira Persikabo dengan skor 1-2 pekan lalu. Hasil tersebut membuat Persib Bandung dipastikan tersingkir dari Piala Presiden 2019.

Atas hasil ini, Pelatih Persib, Miljan Radovic mengakui timnya bermain di luar ekspektasi. Beberapa peluang yang berhasil diciptakan selalu gagal berbuah gol. "Ya kita kalah. Saya punya rencana saya mau kasih tau semua pemain, sekarang saya tau siapa bisa main siapa tidak," katanya saat jumpa pers usai pertandingan, kemarin.

Ia pun mengaku tidak senang dengan hasil tersebut. "Saya mengerti kalau kalah itu tidak senang. Saya juga bobotoh. Bobotoh kritik, itu normal. Tapi sekarang, saya kritik mereka. Saya minta maaf untuk Bobotoh yang sudah support pemain dan pelatih. Tapi kalau mereka datang hanya untuk memukul, itu tidak enak," tegas Radovic usai pertandingan. 

Pelatih berkebangsaan Montenegro ini pun menanggapi sikap bobotoh yang masuk ke dalam lapangan. Menurutnya, prilaku ini sangat mengganggu mental pemain.

"Saya pelatih, selalu support pemain, semua saya protek. Itu tidak enak. Tapi kalau pemain dikejar itu tidak etis, kenapa? Apa karena kita kalah," ungkapnya.

Namun demikian, Radovic meminta maaf kepada bobotoh karena hasil buruk ini. Ia pun berharap bobotoh lebih bersabar.

"Mereka kritik itu normal. Tapi hari ini saya kretik untuk bobotoh. Saya minta maaf untuk bobotoh, tapi kalau mereka datang ke lapang saya tidak suport, pemain kita sudah latihan tiap hari.  Ya saya salah hari ini oke. Tapi harus dari mulai hari ini kita pikir untuk Persib bagaimana ke depan," tuturnya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman menilai Persib sebenarnya bermain baik. Pergerakan kedua sayap ditopang Ezzechiel Ndousel mampu merepotkan lini pertahanan Bajul Ijo. "Persib sebenarnya main bagus dengan pergerakan Ezze yang sulit dihadang. Dia berhasil membuat repot pemain belakang kita," ucapnya.

Pada laga ini, Persebaya sebenarnya kehilangan beberapa pemain belakang. Namun para pemain lapis kedua mampu menutupi kekurangan ini. "Tidak hadirnya beberapa pemain di belakang menjadikan hikmah tersendiri bagi kami, karena dengan kompetisi lain, saya coba mengeluarkan beberapa pemain lainnya yang juga sama-sama siap diturunkan," ungkapnya.

Untuk itu, ia merasa bersyukur atas kemenangan ini. Setidaknya, kemenangan atas Persib membuka peluang Persebaya lolos grup A. "Bersyukur kita bisa menang lawan Persib apalagi main di depan suporter Persib meski kita sempat tertinggal lebih dulu," tandasnya. 

Pertandingan

Jalannya pertandingan sendiri berlangsung terbuka. Di babak pertama, Maung Bandung yang butuh kemenangan untuk membuka peluang melaju ke babak berikutnya tampil menyerang. Di laga ini Esteban Vizcarra sudah kembali bermain setelah pulih dari cedera siku dan Ghozali Siregar digeser ke sayap kanan. Itu karena Febri Hariyadi yang biasa jadi pilihan tak bisa tampil lantaran dipanggil timnas.

Dua kali ancaman ditebar Persib di awal laga melalui Ghozali dari Ardi Idrus tetapi bola belum tepat sasaran. Sepakan Gozo pada menit 12 menyambut umpan silang Ezzechiel melebar ke sisi kanan. Sundulan Ardi Idrus beberapa menit kemudian pun sama-sama melebar dari gawang Abdul Rohim.

Maung Bandung akhirnya bisa menembus gawang Persebaya di menit 32 lewat kaki Erwin Ramdani. Manuvernya tidak mampu dihentikan bek-bek Persebaya dan dengan leluasa melakukan passing one two yang jitu bersama Ezzechiel N’douassel. Tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Erwin dengan tenang menutaskan peluang.

Namun keunggulan Persib tidak bertahan lama setelah Manuchehr Dzalilov mampu membalas keadaan. Tendangan jarak jauh Misbakus Solikin pada menit 36 mengenai kaki Dzalilov yang berdiri di kotak penalti. Dengan kontrol yang sempurna ia mampu menguasai bola sebelum menghujamkan sepakan terukur ke gawang Natshir.

Kedua kesebelasan sama-sama bermain menyerang untuk mencetak gol tambahan. Damian Lizio mengancam namun sepakan kerasnya bisa dihentikan Natshir. Tim tuan rumah tidak kalah menekan dan beberapa kali meneror gawang Rohim tetapi selalu gagal. Skor 1-1 pun mewarnai akhir babak pertama di Si Jalak Harupat.

Memasuki babak kedua, selepas jeda Persebaya sukses mencetak gol kedua kembali dari kaki Dzalilov yang membuat seisi stadion tersentak. Umpan panjang gagal disapu bek Persib dan juru gedor asal Tajikiskan itu mendapat celah terbuka di depan kotak penalti Persib. Dia dengan cerdik melepaskan sepakan yang tak mampu dihentikan oleh Natshir pada menit 49.

Persib yang mau mengejar ketertinggalan memasukan Zalnando serta Frets Butuan sekaligus di menit 58. Peluang berbahaya juga diterima Ezzechiel menerima sepakan penjuru Ghozali tapi sundulannya mampu ditip Abdul Rohim. Koor ganti pelatih dan ganti Radovic pun menggema di stadion karena Bobotoh geram dengan performa Persib.

Alih-alih menyamakan kedudukan, skuat Maung Bandung malah kemasukan lagi pada menit 76. Kali ini giliran Irfan Jaya yang mencatatkan nama di papan skor berkat aksi individunya menembus area pertahanan Persib. Kelengahan pemain belakang membuat Irfan dengan mudah menambah keunggulan timnya jadi 3-2.

Suasana stadion semakin memanas dan desakan bobotoh supaya Radovic mundur pun semakin menggema. "Ganti ... Ganti ... Ganti Radovic ... Ganti Radovic sekarang juga," teriak bobotoh.

Armada Maung Bandung akhirnya sanggup memperkecil keadaan di menit 85 melalui Frets Butuan. Umpan terobosan Beckham Putra mampu dikejar oleh Frets dengan kecepatannya, tendangan akuratnya pun bersarang di gawang.

Maung Bandung pun akhirnya menutup pertandingan dengan kekalahan dan ini menambah panjang tren kekalahan tim asuha Miljan Radovic tersebut. Persib di grup A belum meraih satu pun poin dan membuat Bobotoh mengamuk. Setelah pertandingan, supporter pun merangsek masuk ke dalam lapangan menunjukan kekecewaannya.

Bahkan saat Radovic hendak meninggalkan lapangan, seorang bobotoh yang ngamuk langsung melakukan penyerangan. Oknum bobotoh berpakaian biru langit itu memukul sang pelatih berusia 43 tahun ini. Padahal saat itu Radovic dikawal dua anggota polisi. 

Namun pukulan oknum bobotoh itu tidak telak mengenai wajah, hanya menyerempet tangan Radovic yang tampak menahan dada . Sehingga ia pun terus berlalu. Sementara pelaku pemukulan diamankan petugas.

Aksi pemukulan tersebut sempat viral di media sosial. Seorang bobotoh berkesempatan merekam peristiwa tersebut dan mengunggahnya di Instagram.