Ad Top

Server Sempat Ganggu Pelaksanaan UNBK SMK

25/3/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

Sebanyak 323.454 siswa di 2.814 SMK di Jawa Barat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (25/3). Meski ada sekolah yang sempat terlambat terhubung, secara umum hari pertama UNBK SMK berjalan lancar.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan, sebelum UNBK berlangsung dilakukan teleconference dengan helpdesk yang ada di 13 cabang dinas dan beberapa sekolah. 

"Ada satu, dua sekolah terlambat connect, tetapi masih bisa ikut on schedule," kata Dodin, Senin (25/3).

Tidak hanya itu, ia mengatakan, Disdik Jabar juga memantau langsung ke beberapa sekolah di Bandung. "Alhamdulillah aman dan lancar," ujarnya.

Ia mengatakan, sudah dilakukan simulasi sebelumnya. Agar berjalan lancar, Dodin mengatakan, Disdik Jabar berkoordinasi dengan proktor sekolah, helpdesk di masing-masing kabupaten kota, helpdesk provinsi, dan pusat.

Ujian Nasional tingkat SMK di Jawa Barat seluruhnya sudah menggunakan komputer. Namun masih ada sekolah yang masih melaksanakan UNBK bergabung dengan sekolah lain.  "Sekolah yang jumlah pesertanya kurang dari 20, belum terakreditasi, dan belum ada izin operasional," tuturnya. 

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan masih ada gangguan server dalam pelaksanaan hari pertama UNBK 2019. Beberapa siswa SMK di Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta tak bisa log in tepat waktu akibat sever yang telat merespons. Kendati demikian, hal tersebut tak menjadi kendala besar sehingga UNBK masih bisa digelar meskipun sedikit melenceng dari jadwal awal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, telat log in tak akan merugikan peserta ujian. Pasalnya, panitia memberikan waktu tambahan sesuai kondisi keterlambatan yang terjadi di setiap sekolah. 

Menurut dia, kendala pada hari pertama tersebut sudah diprediksi sehingga penanggulangannya bisa dilakukan dengan cepat. Dalam waktu 10-15 menit server sudah kembali normal.

"Saya sudah sampaikan berkali-kali. Hari pertama pasti ada block chain akibat log in secara bersamaan. Biasanya hari kedua sudah tak akan terjadi lagi. Saya tegaskan, telat log in tidak berpengaruh. Biasanya 10-15 menit sudah normal lagi karena server cadangan sudah berfungsi," kata Muhadjir, kemarin. 

Muhadjir mengatakan, sekitar 91% pelaksanaan UN tahun ini berbasis komputer. Total siswa yang akan mengikuti UN tahun ini sebanyak 8.259.581 siswa dari 103.000 satuan pendidikan. Sebanyak 7.507.116 siswa menjalani UNBK. Ia menegaskan, meningkatnya penyelenggaraan UNBK akan menaikan indeks integritas sekolah dan mempersempit kemungkinan siswa untuk berbuat curang. "Peningkatan jumlah penyelenggara UNBK menunjukan pemerintah semakin serius berupaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional," katanya. 

Kekurangan komputer

Kepala SMKN 6 Bandung, M. Lukman menyatakan, kegiatan UNBK SMK ini berlangsung 25-28 Maret 2019. Dikatakan, kendala dalam pelaksanaan ujian tersebut yakni adanya keterbatasan jumlah alat atau komputer. Terlebih ada dua SMK swasta yang bergabung melangsungkan UNBK.

"Kendala paling utama yaitu alat atau komputer, kebetulan kami kedatangan dua sekolah swasta. Dengan jumlah siswa bertambah 53 orang, maka harus menambah jumlah komputer untuk UNBK," ungkapnya di SMKN 6 Bandung, Riung Bandung, Kota Bandung, kemarin. (25/3).

Menurutnya jumlah komputer yang telah disediakan yakni sekitar sepertiga dari jumlah siswa, yang berjumlah 925. Kemudian ditambah dari siswa sekolah, maka dibutuhkan sekitar 363 komputer.

"330 unit komputer sebagai alat ujian utama, dan sisanya cadangan jika diperlukan," katanya.

Dikatakannya sebelum UNBK, para siswa sudah terlebih dahulu mengikuti try out yang dilakukan setiap hari melalui ponsel. Lebih jauh, dalam memaksimalkan try out tersebut, melakukan kerjasama dengan sekolah lain.

"Try out ini sudah dilaksanakan dua bulan sebelum UNBK. Tapi tidak semua ikut karena berbagai alasan, seperti tidak punya kuota dan lain sebagainya," ujarnya.

Disinggung terkait sinkronisasi server, lanjutnya, tidak ada kendala dan berjalan lancar. Meski diakuinya waktu yang dibutuhkan lebih lama, karena bergantiannya setiap SMK di seluruh Indonesia dalam mengakses server.

Pihaknya berharap ujian yang dilakukan tiga sesi tersebut, dapat diikuti oleh semua siswa sesuai jadwal yang ada. Dengan demikian, tidak ada UNBK susulan, terlebih sudah tahun kelima pelaksanaan ujian nasional dengan metode tersebut.

"Walau UNBK tidak berpengaruh terhadap kelulusan, tapi tetap harus belajar bersungguh-sungguh. Karena akan berpengaruh ketika melanjutkan ke perguruan tinggi, maupun dunia kerja," tambahnya.

Pelaksanaan UNBK di SMKN 3 Bandung berjalan lancar. Para peserta ujian terlihat serius dan fokus mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada hari pertama UNBK.

Kepala SMKN 3 Bandung, Euis Purnama mengatakan, anak-anak kelas XII yang ikut ujian saat ini  sudah berlatih evaluasi menggunakan sistem komputerisasi sejak kelas X seperti Ujian Akhir Sekolah (UAS). Para siswa juga menjalankan simulasi ujian tidak lagi memakai kertas.

"Memang ada siswa yang pada UNBK ini yang sedikit gugup karena bisa dibilang sebagai pengalaman pertama. Karena waktu SMP mereka kan masih pakai kertas," ujarnya. 

Ia pun memotivasi para pesera didik untuk percaya diri dalam mengisi setiap pertanyaan. Meski UNBK tidak menentukan standar kelulusan, namun ia tetap meminta kepada peserta didik untuk dapat melakukan yang terbaik.

"Saya selalu ingatkan agar anak-anak menjaga kesehatan. Kalau bisa jangan sampai gugup karena UNBK bukan penentu kelulusan. Saya tetap ingin mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin. Saya lihat mereka enjoy. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada yang gugup," terangnya.

Euis mengatakan, pelaksanaan UNBK ini tidak ada kendala apapun. Bahkan, pihaknya telah menyediakan tiga provider dengan kapasitas 220 MBps untuk mengantisipasi jaringan lelet. "Untuk UNBK ini ada 12 ruangan. Satu ruangan itu satu server," katanya.

Ia menilai, UNBK kali ini akan berjalan dengan nyaman dan tenang karena tidak perlu lagi ada pemantauan independen atau dari kepolisian. Sistem komputerisasi ini pun dapat menghilangkan praktik kecurangan.

"Tidak akan ada lagi kecurangan. Setiap anak punya password berbeda-beda. Jadi, saat mengerjakan soal tidak bisa menyontek," ujarnya. 

Catatan Ombudsman

Sementara itu Ombudsman Kantor Perwakilan Jawa Barat menggelar pemantauan pada hari pertama UNBK SMK. Hasil pemantauan, ruang ujian menjadi catatan Ombudsman. 

"Terdapat beberapa catatan kecil khususnya terkait ruang ujian yang masih tertutup sehingga tidak terpantau dari luar. Sebagaimana POS (prosedur operasional standar) UN 2019 bahwa setiap ruang ujian harus memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup," ucap Kepala Ombudsman Jabar Haneda Sri Lastoto dalam keterangan resminya, kemarin. 

Tim pemantau sendiri melakukan pemantauan ke beberapa sekolah di Bandung pada hari pertama UNBK. Haneda mengatakan dari hasil pemantauan ruang-ruang ujian memang terbilang tertutup. 

"Kondisi ruangan yang sebagian tidak dapat terpantau dari luar mengingat kaca tertutup cat atau gorden. Ombudsman telah menyarankan kepada panitia untuk memperbaiki kondisi tersebut dengan membuka pencahayaan dan akses monitoring dari luar ruangan melalui pembukaan gorden yang digunakan," kata dia. 

Selain terkait kondisi ruangan, Ombudsman tak menemukan hal lainnya yang mengganggu pelaksanaan UNBK di Jabar. Proses pelaksanaan UNBK berjalan lancar dan secara garis besar sesuai prosedur. 

Dari sisi kedisiplinan siswa, Haneda mengatakan tim pemantau tak menemukan data siswa yang terlambat masuk ke sekolah. Pada sesi pertama pukul 07.30 WIB sampai 09.30 WIB misalnya, para siswa yang kebagian sesi pertama datang tepat waktu. 

"Hal ini dapat dipengaruhi oleh sinkronisasi yang dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan. Sehingga tidak terdapat keterlambatan dalam segi pelaksanaan UNBK," kata Haneda. 

Dari segi pengawasan, Ombdusman menilai pelaksanaan UNBK sudah sesuai prosedur. Satu pengawas sudah mengawasi 20 orang siswa atau peserta ujian. 

"Jika peserta lebih dari 20 orang per-ruangan, maka ditambah dengan satu pengawas. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, tidak terdapat temuan yang berarti," katanya.

Di samping itu, Ombudsman juga membuka posko laporan apabila ada yang menemukan pelanggaran atau penyimpangan selama pelaksanaan UNBK ini. Masyarakat bisa melapor apapun yang ditemukan berkaitan dengan pelanggaran. 

Bagi masyarakat yang menemukan adanya penyimpangan pelayanan publik dalam proses penyelenggaraan UN dan PPDB 2019, dapat melaporkan ke call center Ombudsman Republik Indonesia dengan nomor 137 atau SMS ke : 0821 3737 3737 atau datang langsung ke Kantor Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Jalan Kebonwaru Utara No. 1, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

"Laporan dari masyarakat nantinya akan membantu proses monitoring yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia terhadap pelayanan publik di bidang pendidikan. Ombudsman Jabar mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan UN dan PPDB 2019 karena melalui partisipasi masyarakat diharapkan kualitas pendidikan dan pelayanan publik dapat ikut meningkat," tutur Haneda.