Ad Top

Yuddy Renaldi Jabat Dirut bank bjb

1/5/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

RAPAT Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2018 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bjb) memutuskan  Senior Excecutive Vice President Remedial dan Recovery BNI Yuddy Renaldi menjadi Direktur Utama bank bjb. Kegiatan RUPS bank bjb digelar di The Trans Luxury Hotel Jln. Gatot Soebroto, Selasa (30/4/2019).

Yuddy Renaldi mengawali karirnya di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), lalu bergabung dengan Bank Mandiri hingga 2017 kemudian bergabung di BNI sebagai SEVP Remedial dan Recovery. Selain itu, Yuddy Renaldi juga banyak berkecimpung di restrukturisasi kredit dan pengelolaan perusahaan anak.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pemegang saham menginginkan agar bank bjb naik kelas dari Bank Buku 3 menjadi Bank Buku 4. Bank BJB saat ini memiliki modal inti Rp 12 triliun. Yuddy dinilainya sebagai satu-satunya pelamar dalam seleksi terbuka calon direksi dengan latar belakang berasal dari bank yang masuk kategori Buku 4, yakni bank dengan modal inti lebih dari Rp 30 triliun.

“Pak Yuddy satu-satunya, punya pengalaman kompleksitas Bank Buku 4, merupakan satu-satunya yang berkarir di Bank Buku 4," kata pria yang akrab disapa Emil ini.

Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi mengaku optimis kinerja bank bjb akan lebih baik lagi dengan tim manajemen baru. “BJB dengan kondisi saat ini sudah cukup baik, akan kita tingkatkan lebih baik lagi dengan soliditas tim manajemen yang ada pada saat ini. Mudah-mudahan semua stakeholder akan support kami, terutama dalam menjaga amanah ini agar bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Dalam RUPS tersebut diputuskan susunan Direksi bank bjb, yakni Direktur Utama dijabat oleh Yuddy Renaldi, Direktur Kepatuhan dijabat oleh Agus Mulyana, Direktur Konsumer dan Ritel dijabat oleh Suartini, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dijabat oleh Nia Kania, Direktur Operasional dijabat oleh Teddy Setiawan, Direktur Komersial dan UMKM dijabat oleh Beny Riswandi dan Direktur IT, Treasury dan International Banking dijabat oleh Rio Lanasier

Sedangkan susunan Dewan Komisaris, yakni Komisaris Utama Independen dijabat oleh Farid Rahman, Komisaris dijabat oleh Muhadi, Komisaris dijabat oleh Eddy Iskandar Muda Nasution, Komisaris Independen dijabat oleh Yayat Sutaryat dan Komisaris Independen dijabat oleh Fahlino F Sjuib.

Emil mengatakan saat ini era revolusi industri 4.0 sehingga ada tambahan direksi baru yakni Direktur IT Treasury dan International Banking. "Jadi direkturnya total jadi tujuh yang tadinya enam," kata pria yang akrab disapa Emil ini.

Menurut Emil, fenomena perubahan hadir di depan mata. Salah satu contoh relevansi industri jasa keuangan yang telah hadir di era industri 4.0 ini yaitu financial technology (fintech). Menurut Emil, fintech telah menyebar dan sering kali masuk ke ruang ekonomi rakyat tanpa bisa dikendalikan.

"Hal ini pun menjadi tantangan bagi bank bjb agar bisa bersaing secara gesit melalui teknologi," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, usulan posisi baru yaitu Direktur IT, Treasury, dan International Banking dalam direksi bank bjb ini dibahas dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2018. Berdadarkan hasil RUPS Tahunan, usulan posisi baru ini pun disetujui oleh mayoritas pemegang saham.

Dari lima orang baru yang ada di jajaran dewan komisaris dan direksi, kata dia, tiga orang berasal dari internal bankk bjb. Sementara calon direktur utama (dirut) berasal dari luar bank bjb.