Ad Top

Koperasi Kopi Bandung Sukses Tembus Pasar Dunia

9/6/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

Pengurus Koperasi Mitra Malabar (KMM) Jayagama Masri mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan ekspor green bean ke Marocco sejak beberapa tahun lalu lewat program Sister City Bandung – Casablanca melalui trading house Pemkot Bandung.

“Motivasi dan harapan kami melakukan ekspor ke Eropa adalah untuk meningkatkan value perusahaan dan melakukan ekspor roastead bean,”ujarnya dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Koperasi Mitra Malabar menaungi beberapa Koperasi Cabang di beberapa kabupaten penghasil kopi di Jawa Barat yang memberdayakan para petani kopi di wilayah tersebut. Bahkan beberapa tahun lalu, Koperasi Mitra Malabar juga berhasil mengirimkan 300 kg roasted kopi ke Inggris melalui perusahaan furniture sebagai gift.

Koperasi yang berdiri pada tanggal 20 Juni 2012 dan berdomisili di Kota Bandung tersebut telah mengantongi sertifikat Halal, MUI, PIRT. Bahkan Koperasi telah sukses meraih penghargaan berupa predikat produsen kopi terenak dunia ke 3 tahun 2013.

Sejak awal didirikannya Koperasi Mitra Malabar mengelola agribisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip koperasi untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat khususnys di Jawa Barat.

“Kami berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik khususnya anggota,” ujar Jayagama.

Langkah yang dilakukan Koperasi Mitra Malabar adalah dengan menampung hasil panen kopi secara tunai dengan harga yang layak untuk petani dengan prinsip Fair Trade. Dengan begitu, petani akan mendapatkan harga dasar penjualan kopi ditambah sisa hasil usaha dari trading kopi dan fasilitas lainnya yang menunjang kegiatan usahatani kopi.

“Prinsip fair trade akan meningkatkan kesejahteraan para petani kopi secara langsung,” ungkapnya.

Koperasi Mitra Malabar kemudian terus meningkatkan peranan dalam membantu kegiatan perekonomian petani dan UKM dengan melakukan jual beli dan kerjasama kemitraan obat-obatan dan kompos (Pupuk Organik) untuk keperluan petani.

“Kami juga melakukan pengadaan barang berupa penyediaan saprotan dan keperluan lainnya, bidang industri pengolahan kopi berupa pengolahan kopi mulai dari gelondong sampai dengan kopi siap seduh dalam bentuk kemasan,” ujarnya.

Dengan merk dagang “Malabar” Bidang Trading berbentuk penyediaan kopi arabika dan robusta. Koperasi Mitra Malabar juga telah melakukan ekspor green bean ke Marocco dan bekerja sama mendirikan Rumah Kopi Nusantara di TMII.

Saat ini, ekspor KMM masih belum berkesinambungan dikarenakan supply yang terputus.

Koperasi Mitra Malabar (KMM) juga pernah mengikuti temu konsultasi dalam rangka Penguatan Sistem Bisnis Koperasi/Sentra Usaha Mikro di Bidang Pertanian dan Perkebunan pada tahun 2017.

“Pada kegiatan tersebut juga koperasi di bidang pertanian dan perkebunan didorong untuk membangun sistem bisnis melalui kemitraan dan jaringan usaha,” ujarnya seperti dikutip dari Telusur.

Koperasi Mitra Malabar menjalin kerja sama dengan Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KPMK). Bahkan KMM juga menjadi pendamping dalam Bimtek maupun Temu Lapang Koperasi Perhutanan Sosial di Jawa Barat.

Sementara itu, saat ini jumlah tenaga kerja KMM yaitu 19 orang dengan omset Rp821.233.079 dan aset R3.192.881.118.

Dengan motto “Bermitra Berbagi Peduli” KMM terus akan terus menyejahterakan para anggotanya terutama para petani.