Ad Top

Persib Tundukkan 10 Pemain PSIS di Kandang

21/7/2019 by Radja
Sport
Foto: Radja

TIM "Maung Bandung" sukses membungkam PSIS Semarang dikandangnya di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Ahad (21/7), pada laga lanjutan Liga I musim 2019. Persib mengungguli Laskar Mahesa Jenar melalui sundulan bomber andalannya Ezechiel N'Douassel pada menit ke 79.

Atas hasil tersebut, Persib kini berhasil memperbaiki klasemen sementara yakni menempati posisi kedelapan dengan 13 poin, hasil dari tiga kali kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kali kekalahan.

Sementara bagi PSIS Semarang ini merupakan kekelahan keduanya di kandang. Namun, meski gagal memetik poin penuh tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut masih  berada di posisi keenam klasemen sementara dengan nilai 14 dari 10 kali pertandingan.

Ini juga merupakan kemenangan ketiga Persib saat bertandang ke Markas PSIS Semarang sejak tahun 1996. Dua kemenangan sebelumnya diraih "MaungBandung" saat bertemu di Stadion Jatidiri Semarang pada Liga Indonesia musim 1996-1997, dan Liga Super Indonesia 2009.

Dengan hasil ini juga Persib mampu menjaga hasil positif setelah sebelumnya Supardi Nasir dan kawan-kawan meraih kemenangan saat mengalahkan Kalteng Putra denag skor 2-0, di Stadion Si Jalak Harupat.

Tidak hanya itu, ini juga menjadi sejarah tersendiri untuk pelatih Persib Robert Alberts karena sejak melatih Persib tiga bulan yang lalu, dia bisa mengantarkan timnya mendapatkan kemenangan di kandang.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengatakan, hasil apik yang didapat timnya dari PSIS Semarang, tidak datang dengan mudah. Mereka dibuat repot oleh tuan rumah yang tampil begitu agresif dalam skema menyerang.

Tidak hanya itu, diakui Robert, pemainnya kesulitan dalam mendobrak lini pertahanan lawan. Beruntung, Maung Bandung terbantu dengan keputusan dari wasit yang memberi kartu merah kepada Patrick Mota, sehingga pasukannnya bisa mengoptimalkan kesempatan yang ada.

"Kemenangan yang sulit. Karena Semarang tim yang bagus, karena faktanya meski dia bermain dengan 10 pemain, meski itu banyak membantu kami, tapi itu tak terlalu berpengaruh pada permainan mereka," ujar Robert dalam jumpa pers usai pertandingan, kemarin.

Meski tuan rumah bermain dengan 10 pemain, lanjut Robert, Persib tetap jatuh bangun meredam serangan lawan. Bola panjang dikirim pemain PSIS di belakang backline Persib dan kecepatan Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan tetap menyulitkan tim. Beruntung kesabaran pemain Persib akhirnya berbuah hasil di menit ke-79.

"Karena mereka tetap bermain bola panjang tapi saya apresiasi terhadap permainan pemain. Di babak kedua kami tetap bermain dengan counter attack dan akhirnya mampu merebut kemenangan," ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Lebih jauh Robert menyebut,  penampilan trio baru bentukannya yakni, Henhen Herdiana, Indra Mustafa, dan Saepuloh Maulana dinilainya tampil baik. "Mereka membuat permulaan yang baik, mereka melakukan pertahanan yang baik," pujinya.

Dipercaya menjaga lini pertahanan Persib menggantikan posisi yang ditinggalkan Bojan Malisic dan Achmad Jufrianto, ketiganya mampu menjaga ritme permainan sehingga Persib bisa cleansheet.

"Apalagi cleansheet, itu sangat penting untuk menaikkan kepercayaan diri pemain. Saya sangat bangga pada Indra, Henhen dan Saepuloh telah melakukan yang terbaik," sebutnya.

Sementara Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra menyebut, timnya kehilangan konsentrasi setelah satu pemainnya mendapatkan kartu merah. Hal ini diakui Jafri membuat anak asuhnya turun mental. "Ya, saya melihat salah satunya itu," ucapnya.

Namun demikian, ia tetap memuji penampilan para pemainnya. Secara umum, PSIS tampil baik. Akan tetapi, Jafri sempat menyampaikan bahwa meski Persib tidak diperkuat dua pemain belakang anadalannya, namun Persib tetaplah tim yang sulit dikalahkan.

"Bagaiamapun kondisi di Persib, kami menaruh respek karena Persib itu adalah tim besar, tim yang bersejarah di sepak bola Indonesia. Kami tidak menjadikan literasi apa yang terjadi dalam tim Persib. Dan benar,  terbukti sulit mengalahkan Persib," tuturnya.