Ad Top

Stok Elpiji 3 kg Kota Cimahi Aman Hingga Natal dan Tahun Baru

28/11/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

DINAS Perdagangan Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menjamin stok elpiji bersubsidi kemasan 3 kg aman hingga akhir tahun ini. Termasuk saat menghadapi Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, Eka Handayani mengatakan, tahun ini Kota Cimahi menerima kuota elpiji bersubsidi sebanyak 544.167 tabung setiap bulan. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 525.944 tabung per bulan.

"Kita udah koordinasi ke Hiswana Migas, untuk stok gas elpiji 3 kg aman. Bahkan biasanya suka ditambah," katanya di Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kamis (28/11/2019).

Sesuai Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 21 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, gas bersubsidi itu disalurkan Pertamina melalui agen dan pangkalan.

Dalam Permen tersebut, yang diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor:54/Kep.96-Diskopindagtan/III/2015/2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg, itu hanya boleh dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro.

Kriterianya, rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta serta pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memiliki omzet Rp 50 juta dalam sebulan. Namun, kata Eka, sejauh ini memang disinyalir peruntukan itu tak sesuai sasaran. Masih banyak rumah tangga yang memiliki penghasilan di atas Rp 1,5 juta, dan pengusaha di luar ketentuan yang menggunakan gas bersubsidi.

"Harusnya sesuai, tapi masih ada (yang tidak sesuai peruntukan). Kalau ketahunan, biasanya langsung disuruh ganti," terangnya.

Perihal harga, terang Eka, sudah terlampir baik dalam Permen ESDM maupun dalam SK bahwa HET di tingkat agen adalah Rp 14.750 per tabung. Sementara harga di pangkalan  Rp 16.600 per tabung. Meski begitu, harga di tingkat pengecer akan melebihi HET.

"Yang di warung (biasanya melebihi HET). Tapi harusnya sesuai HET," ucapnya.

Untuk Inspeksi Mendadak (Sidak) ketersediaan elpiji 3 kg jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, lanjut Eka, pihaknya masih menunggu kebijakan dari PT Pertamina dan Hiswana Migas.

Namun sejauh ini, kata Eka, belum ada laporan gejolak soal kelangkaan gas melon bersubsidi tersebut. Kalaupun ada kekurangan atau kelangkaan, biasanya ada laporan dari masyarakat melalui surat dari pihak kelurahan.

Jika ada dari laporan dari kelurahan, pihaknya langsung melakukan investigasi ke lapangan. Hasil investigasi itu akan menentukan solusi apakah akan melakukan operasi pasar murah atau melakukan penambahan gas.

"Kita biasanya sidak, tapi nunggu Pertamina sama Hiswana Migas," tutupnya.