Ad Top

Ini Langkah Pemprov Jabar Menggapai Pasar Rakyat Juara

1/12/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

PERBAIKAN infrastruktur dan sosiokultur menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk menggairahkan kembali geliat perekonomian di pasar tradisional. Langkah itu untuk merealisasikan program Pemprov Jabar dalam mewujudkan Pasar Rakyat Juara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Arifin Soedjayana mengatakan, Pasar Rakyat Juara adalah salah satu program untuk melakukan revitalisasi dan pembangunan sarana dan prasarana pasar rakyat di Jabar.

Program tersebut didukung dengan kegiatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia agar pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan budaya kebanggaan masyarakat di wilayah ini.

Pogram Pasar Juara ini akan dilaksanakan di 27 Kabupaten dan Kota di Tatar Priangan.

“Konsep pasar juara ini infrastruktur dan sosiokulturnya diperbaiki lebih ke bagaimana para pengelola dan pedagang pasar mereka bisa membuat bahwa pasar itu dibutuhkan, dan untuk dinikmati bisa lebih nyaman saat orang berbelanja. Tidak becek, dan tidak semrawut, tapi juga bagaimana sosiokulturnya bisa tumbuh,” kata Arifin, baru-baru ini.

Menurutnya, perlu adanya rasa kepemilikan dari pengelola dan dari pedagang. Sehingga pasar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen.

Selain itu juga perlu dilakukan pengembangan keahlian bagi pengelola sesuai dengan Standar nasional Indonesia (SNI). Termasuk untuk melestarikan budaya jual beli bagi pedagang seiring dengan perkembangan jaman modern dalam pelayanan.

Melalui program tersebut, Arifin berharap akan mampu mempercepat peningkatan kualitas dan popularitas pasar rakyat di masyarakat.

“Oleh karena itu kumpulan pedagang yang ada kita coba dorong supaya mereka punya kemampuan itu. Punya keberpihakan terhadap bagaimana mengurus. Jangan seperti yang Sarijadi lah. Pasarnya bagus tapi ditinggalkan pedagang, ditinggalkan oleh pembeli, ditinggalkan oleh pengelola juga. Ini yang kita dorong,” ujarnya.

Soal anggaran, Arifin mengungkapkan, menggunakan Bankeu (Bantuan Keuangan). “Tapi ya kita monitoring melalui DED (detail engineering design) dari kami. Ya supaya nanti keseragaman bantuan keuangan revitalisasi pasar sama bentuknya untuk di kabupaten/kota,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Pasar Rakyat Juara mengusung konsep baru yakni pasar sebagai pusat keramaian.

Sebagai pusat keramaian, pasar tradisional akan dipenuhi kegiatan-kegiatan yang sifatnya kebudayaan, kesenian, edukasi, dan literasi. Sehingga orang-orang yang datang ke pasar tradisional itu tidak terburu-buruuntuk pergi dan lebih ingin menikmati fasilitas-fasilitasnya untuk urusan jual beli.

Oleh karena itu perbaikan fisik pun terus digenjotkan. Tercatat ada tujuh pasar yang pada tahun ini tengah dalam proses revitalisasi untuk dijadikan pasar bersih dan higienis.

Ketujuh pasar tersebut adalah Pasar Cisarua Kabupaten Bogor, Pasar Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Pasar Baleendah Kabupaten Bandung, Pasar Manis Ciamis, Pasar Langensari Banjar, Pasar Karangampel Indramayu, dan Pasar Daerah Indramayu.

“Tahun ini tujuh pasar sudah proses, tahun depan 14, sampai nanti di akhir jabatan ratusan pasar bisa terselesaikan. Kemudian kita pilih mereka-mereka yang bagus berkomitmen, hadiahnya dikirim ke Jepang untuk studi banding. Hadiahnya ada mobil juga yang kita berikan. Sehingga suatu hari pasar rakyat bisa menjadi juara,” katanya.

Ia mengatakan, revitalisasi yang dilakukan juga untuk menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional seperti dulu.

“Dengan begini kita juga berharap inflasi menurun, tadi ada penghargaan bagi pasar-pasar yang bisa membantu distribusi dan inflasi dengan baik. Terakhir kerja sama dengan e-commerce dengan Tokopedia, dengan ribuan warga, dengan Blibli.com, Shopee, Bukalapak, dan lainnya. Intinya pedagang diberi dua pilihan,” ujarnya.