Ad Top

Lima Pesantren Asal Jawa Barat Banjir Pesanan Order di World Halal Summit

4/12/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

LIMA Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) peserta One Pesantren One Product (OPOP) yang dikirim Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) ke ajang World Halal Summit (WHS) sukses menjaring sejumlah perusahaan besar untuk mengikat komitmen bisnis.

Para calon pembeli tertarik dengan produk pertanian, fesyen, dan jasa wisata halal.

Koppontren Al-Ittifaq Kab. Bandung berhasik menggaet Vizyon Team yang memerlukan buah-buahan, sayuran, jahe, dan lengkuas.

Selain itu juga Eruope Vital yang akan membeli jahe, lengkuas, dan kayu manis (2 feet container).

"African Tide membutuhkan kunyit dan jahe, Empire Qatar meminta kopi, serta perusahaan-perusahaan Turki membutuhkan sayuran dan tanaman obat," ujar Chief Executive Officer (CEO) Al-Ittifaq, Setia Irawan, melalui siaran pers, Selasa (3/12/2019). 

Bukan hanya mendapatkan pembeli produk pertanian, Al Ittifaq juga memperoleh kesempatan untuk diajak bertransformasi digital oleh perusahaan konsultan teknologi informasi (TI) dunia, Archytas Blockchain Consultancy.

Al Ittifaq dan pesantren lainnya diajak untuk menggunakan metode blockchain.

“Kami terpacu untuk mempelajari apa itu blockchain dan bagaimana memanfaatkannya dalam bisnis kami,” ujar Setia.

Sementara itu, Perusahaan tour dan travel internasional meminta Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung menjadi mitra wisata halal di Indonesia.

Mereka meminta DT untuk memberikan informasi daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan Timur Tengah di Indonesia.

Perusahaan travel yang mengajak DT bekerjasama diantaranya adalah tour and travel dari Jordania.

Selain itu, juga tour and travel dari Uni Emirat Arab (UEA), Bulgaria, dan lain-lain.

Manajer Kontrak dan Tender Dallah Group Jordania, Hiba Al-Qadi, mengatakan, bagi calon wisatawan Timur Tengah informasi wisata halal di Indonesia sangat minim. Umumnya, wisata halal yang mereka ketahui adalah Malaysia.

Ia mengatakan, Dallah Group Companies akan datang ke DT untuk mempelajari kerjasama wisata halal. Mereka juga akan membawa turis Timut Tengah ke Indonesia.

Perwakilan DT, Tommy Satyagraha, mengatakan, pihaknya siap menjadi partner karena selama ini juga DT menembangkan perusahaan travel dan wisata halal.

DT, menurut dia, bisa menawarkan wisata eksotik ke Pulau Komodo, Raja Ampat dan lain-lain.

Sementara itu, Koppontren Husnul Khotimah mendapat pesanan satu container keranjang bambu untuk pengiriman ke Bosnia.

Keranjang bambu dinilai cocok dengan karakter konsumen Bosnia yang melek isu lingkungan.

Pimpinan Bosnia Tour dan Travel, Mirza Omerhodzic, mengatakan, sekarang ini masyarakat Eropa sudah beralih kepada isu go-green, termasuk dalam hal wisata.

Sebagai pengelola wisata halal, dia dituntut untuk memberikan layanan ramah lingkungan.

“Saya melihat keranjang bambu ini bagus sebagai wadah untuk souvenir. Kami perlu untuk souvenir pernikahan karena kami juga punya usaha wedding organizer. Bahannya unik dan tentu ramah lingkungan,” katanya.

Perwakilan Husnul Khotimah, Didin Mulyanto, mengaku menyambut baik tawaran tersebut. Ia mengatakan, Pesantren Husnul Khotimah bisa mengerahkan jejaring pesantrennya untuk memenuhi pesanan ini.

“Bagi kami, pemenuhan pesanan ini tidak sulit. Selama ini kami juga memproduksi kerajinan bambu dengan standar bambu kering,” ujarnya.

Pesantren ini juga menerima tawaran beasiswa bagi santrinya untuk kuliah di University of Africa di Sudan. Perwakilan universitas terebut, Syeich Yasir Yusuf, secara khusus datang ke stand Jabar dan menawarkan beasiswa tersebut.

Ia mengatakan, lDesember ini Syeikh Yasir akan datang ke Indonesia. Pesantren Husnul khotimah akan mengikat memorandum of understansing (MoU) dengan University of Africa.

Sementara itu, Perusahaan GISB Malaysia ingin menjajagi pembelian udang Vaname dari Pesantren Idrisiyyah. GISB membutuhkan suplai udang satu container per bulan.

Sebagai tindak lanjutnya, Koppontren Al-Idrisiyyah akan megadakan pembicaraan dengan GISB perwakilan Indonesia di Sentul, Kabupaten Bogor.

Al Idrisiyyah juga mendapat komitmen pengadaan kerajinan tas pandan dari Sonaydemirci. Perusahaan ini ingin menjadi reseller produk kerajinan bambu dan tas jinjing untuk Eropa.

Idrisiyyah juga menerima pesanan sendok pengaduk kopi dari bambu dari perusahaan mesin pencucui piring Turki. Seperti diketahui, kafe-kafe di Eropa sudah mulai meninggalkan pengocek dari plastik.

Menurut Perwakilan Koppontren Al Idrisiyyah, Ega Abdulgafur, pesantrennya siap untuk memenuhi pesanan sendok kopi ini, karena selama ini pesantrennya juga memproduksi kerajinan bambu.

Menurut dia, bahan sendok bambu tersebut akan memanfaatkan sisa bahan kerajinan.

Sementara itu, selain menerima tawaran konsultasi sistem pendidikan kemandirian pesantren, Koppontren Nurul Iman juga menerima pesanan beras dan beras campur jagung. Jumlah pesanannya mencapai dua container.

Nurul Iman juga menerima pesanan kopi dari beberapa perusahaan. Namun pesantren ini diminta untuk mengirim bermacam-macam sampel kopi, karena di Indonesia sangat banyak jenis dan variasi kopi.

Sejumlah pihak juga menyatakan ketertarikan terhadap sabun karbon aktif produksi Nurul Iman. Apalagi, bahan karbon aktif yang digunakan mampu memperhalus kulit.

Seperti diketahui, WHS berlangsung di Istanbul, Turki, pada 28 November-1 Desember 2019. Pada konferensi dunia tahuban bagi para pelaku industri halal tersebut Jabar mengirimkan lima pesantren peserta OPOP.