Ad Top

Di Tengah Gempuran Produk Cina, Pelaku Usaha Fesyen Lokal Perkuat Kolaborasi

7/12/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

DI tengah gempuran produk impor yang kian deras, pelaku usaha fesyen tanah air terus memperkuat kolaborasi antar-sesama. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan.

Inisiator Kartelokal, Ryanda Ibrahim mengatakan secara umum masuknya produk impor Tiongkok cukup memengaruhi. Apalagi dengan harganya yang dipatok jauh lebih murah telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pelaku usaha.

Oleh karena itulah sejumlah pelaku usaha menginisiasi salah satu gerakan yakni Kartelokal Bandung untuk menunjukan kebanggaan terhadap produk lokal.

Melalui gerakan ini para pelaku usaha, lanjutnya, berkolaborasi misalnya dengan berbagi vendor agar saling menguatkan dan berdaya saing.

“Jika masing-masing, sulit untuk bersaing dengan produk Cina. Namun dengan berkolaborasi, kami bisa menekan biaya sehingga harga pun dapat menjadi lebih kompetitif. Selain itu, dengan sharing ilmu berbisnis, bagaimana bahan material. Tujuannya kita kuat, lokalnya berdaya,” ujarnya saat Konferensi Pers Storeless Warehouse Sale, di Bandung, Jumat (6/12/2019).

Ryanda menjelaskan Kartelokal terdiri dari kata Kartel dan Lokal. Kartel merepresentasikan perkumpulan, kesatuan, keanggotaan, dan kerumunan. Sedangkan Lokal merepresentasikan konteks setempat, tempat lahir, daerah, tempat bertumbuh kembang.

”Perkumpulan atau komplotan yang ingin menunjukkan ciri khas, identitas, budaya dan kearifan lokal dari tanah kelahirannya dengan pendekatan yang modern dan berdampak dari berbagai macam sisi. Mulai ekonomi, sosial hingga politik agar dapat tereskspose dengan baik. Sehingga dapat terus dijaga, diingat, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya. Dan dapat dikolaborasikan dengan ide-ide global bermuatan lokal," katanya.

Lebih lanjut Ryanda mengatakan gelaran Storeless Warehouse Sale merupakan salah satu bentuk dari kolaborasi yang dilakukan.

Terdapat 23 merek lokal Bandung bersama-sama menggelar clearance sale memberikan potongan harga up to 70% yang diharapkan akan mampu membangkitkan gairah kecintaan terhadap produk lokal.

“Kami menargetkan pengunjung yang hadir mencapai 3.000 orang. Adapun untuk nilai transaksi, masing-masing brand telah menitipkan produk senilai Rp 50 juta,” ujarnya.

Sementara itu, manajer sponsorship Kartelokal, Vinka Salsabila menuturkan dalam gelaran ini, pengunjung dan para pelaku usaha akan berinteraksi secara langsung. Utamanya, terkait rahasia sukses berbisnis.

"Kita juga akan membahas seputar perekonomian terkini dan bisnis apa yang bisa digarap bersama-sama. Kita belanja bukan sekedar belanja, kita juga dapet ilmu, untuk wirausahawan, kita punya beberapa sponsor, yang akan sharing terkait kesulitan untuk berbisnis," katanya.