Ad Top

Inklusi dan Literasi Keuangan Jabar Mencapai Target

14/12/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

TINGKAT literasi dan inklusi keuangan Jawa Barat menunjukkan peningkatan dan mencapai target yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tingkat inklusi Jabar 88,48% meningkat dari survei pada 2016 yang tercatat 71,4%. Sedangkan untuk tingkat literasi 37,43% meningkat dari survei pada tahun 2016 yang tercatat 33%.

“Dari target tingkat inklusi 75% dan literasi keuangan sebesar 35% di akhir tahun 2019 telah tercapai,” ujar Kepala OJK Regional 2 Jabar Triana Gunawan, saat Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jabar Semester-2 Tahun 2019, di Bandung, Jumat (13/12/2019).

Peningkatan tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang dilakukan seluruh stakeholder keuangan di wilayah ini.

Selain itu tentunya perkembangan positif tersebut akan terus sejalan dengan upaya perluasan akses keuangan masyarakat Jabar.

“Upaya perluasan akses keuangan masyarakat Jabar terus menjadi prioritas OJK bersama dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena akses keuangan erat kaitannya tidak hanya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung tersedianya sumber pembiayaan pembangunan ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan, meningkatnya akses keuangan masyarakat akan meningkatkan jumlah simpanan dan investasi. Hal itu akan terefleksikan dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari sektor jasa keuangan untuk mendorong laju perekonomian.

Khususnya untuk Indonesia, lanjutnya, perluasan akses keuangan sangat penting. Alasannya, inklusi keuangan masyarakat tergolong masih rendah dibandingkan negara tetangga.

Oleh karena itu, peran TPAKD sangat besar dalam mendukung pencapaian tingkat inklusi keuangan di Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

“Penyediaan akses keuangan tentunya juga harus diiringi dengan upaya melakukan edukasi keuangan masyarakat. Dengan pemahaman masyarakat yang cukup, masyarakat akan lebih mengetahui produk keuangan yang sesuai dengan profil dan kebutuhannya, serta dapat menghindarkan mereka dari risiko kerugian akibat dari terjerumus investasi ilegal maupun risiko akibat penggunaan teknologi,” katanya.

Dipaparkan pada 2019, TPAKD Provinsi Jabar menjalankan lima program kerja dengan mengusung tema “Meningkatkan Inklusi Keuangan menuju Desa Juara”.

Program kerja yang telah diimplementasikan diantaranya optimalisasi Laku Pandai untuk melayani masyarakat mengakses KUR dan produk keuangan lainnya serta melakukan business matching antara pelaku UMKM dan pengusaha.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, program peningkatan akses keuangan di Jabar sampai dengan akhir Oktober 2019 telah diimplementasikan dengan baik.

Hal itu tercermin dari Kredit UMKM telah mencapai 26,8% dari total kredit perbankan dengan outstanding Rp127,4 triliun.

Kemudian, KUR yang telah disalurkan mencapai Rp15,89 triliun atau mencapai 12,48% dari total KUR secara nasional Rp 127,3 triliun.