Ad Top

Pelaku UMKM Sambut Pembebasan Bea Masuk Impor e-Commerce

25/12/2019 by Radja
Umum
Foto: Radja

PELAKU usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Barat (Jabar) menyambut baik keputusan pemerintah menurunkan ambang batas pembebasan bea masuk impor barang kiriman melalui e-commerce. Kebijakan tersebut akan meningkatkan daya saing produk lokal.

Demikian diungkapkan Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat (Jabar), Iwan Gunawan, Rabu (25/12/2019).

Seperti diketahui, mulai Januari 2020 ambang batas pembebasan bea masuk impor turun menjadi 3 dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 42.000 (kurs Rp 14.000) dari sebelumnya 75 dollar AS.

"Kebijakan ini akan kembali menggairahkan pasar produk lokal yang sebelumnya tertekan produk impor," ujarnya.

Seperti diketahui, karena tingginya ambang batas pembebasan bea masuk membuat semakin banyak konsumen menjatuhkan pilihan terhadap produk impor melalui marketplace.

Apalagi dengan ongkos kirim yang sangat murah, bahkan gratis.

"Produk lokal sulit bersaing. Selain biaya produksi mereka lebih tinggi yang membuat harga jual sulit bersaing, ongkos kirimnya pun lebih tinggi dibandingkan produk impor," ujarnya.

Ia menilai, kebijakan tersebut akan memberikan perlindungan bagi produk lokal.

Di sisi lain juga akan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak yang memang sudah seharusnya dilakukan sejak lama.

Hal yang tak kalah penting, menurut dia, daya tawar produk lokal di sejumlah marketplace pun, menurut dia, akan semakin meningkat.

Kondisi itu akan mendorong semakin banyak pelaku usaha lokal masuk ke marketplace.

"Selama ini masih banyak pelaku usaha lokal yang hanya memanfaatkan media sosial untuk pemasaran produk. Itu karena mereka sulit bersaing dengan harga produk impor di marketplace," ujar Iwan.

Padahal, seperti diketahui, kepercayaan konsumen terhadap marketplace jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lapak di media sosial. Pasalnya, keamanan transaksi bagi konsumen juga jauh lebih terjamin.