Ad Top

Darurat Nasional Virus Corona Ancam Keberlangsungan UMKM

25/3/2020 by Radja
Umum
Foto: Radja

JIKA masa darurat bencana nasional Covid-19 atau Virus Corona benar-benar diberlakukan hingga 29 Mei, maka 30-40 persen usaha mikro akan terancam. Hingga saat ini saja banyak pelaku usaha mikro yang omzetnya anjlok hingga 70 persen.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro (Bin), baru-baru ini. Terkait hal itu, ia pun meminta agar pemerintah segera menerbitkan insentif bagi pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), khususnya yang berskala mikro.

"Yang paling terancam adalah pelaku usaha mikro, terutama mereka yang mengandalkan penjualan langsung kepada konsumen," ujarnya.

Bukan hanya yang bergerak di sektor fesyen, menurut dia, pelaku usaha mikro makanan dan minuman juga mengalami hal serupa. Banyak diantara mereka yang sudah mengeluhkan kondisi tersebut, sejak ditemukannya kasus positif Covid-19 di Indonesia.

"Ini benar-benar masa paling sulit bagi pelaku usaha mikro. Bahkan banyak pelaku usaha mikro yang mengatakan bahwa kondisi sekarang lebih buruk dari 1998," katanya.

Pada 1998, walaupun terjadi krisis ekonomi, tapi pelaku usaha mikro masih bisa bertahan, bahkan menjadi penyelamat ekonomi. Sementara saat ini, menurut dia, walaupun masyarakat masih berdaya beli, tapi banyak yang menahan keputusan pembelian.

"Ada yang karena ketakutan untuk keluar rumah dan ketakutan lainnya, ada juga yang merasa lebih aman untuk memegang uang tunai guna mengantisipasi ketidakpastian," tuturnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah menerbitkan sejumlah insentif untuk pelaku usaha mikro. Selain restrukturisasi pembiayaan, menurut dia, pelaku usaha mikro dan kecil membutuhkan keringanan bahkan penghapusan pajak.

"Bagi pelaku usaha mikro kecil, pajak terbilang memberatkan. Oleh karena itu, sebaiknya mereka dibebaskan terlebih dahulu, paling tidak untuk tahun ini," kata Bin.

Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat (Jabar), Iwan Gunawan pun menilai, perpanjangan masa darurat Covid-19 akan mengancam banyak UMKM. Selain menghadapi penurunan permintaan, mereka juga harus berhadapan dengan nilai tukar yang terus merosot.

"Ini masa yang sangat sulit bagi pelaku UMKM, khususnya mikro, khususnya di Jabar. Apalagi kasus positif dan jumlah korban meninggal dunia terus meningkat," tuturnya.

Ia mengatakan, harapan terbesar UMKM saat ini adalah penanganan Covid-19 memutus rantai penyebaran wabah. Dengan demikian, kondisi bisa segera kembali normal dan perekonomian bisa kembali menggeliat.