Ad Top

Penjualan Produk Fesyen Jelang Ramadan Tahun Ini Anjlok

25/3/2020 by Radja
Umum
Foto: Radja

WABAH Covid-19 turut memukul sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya fesyen.  Sejak ditemukan adanya kasus positif Covid-19, permintaan konsumen anjlok signifikan. Padahal, biasanya puncak permintaan produk fesyen terjadi sejak beberapa bulan menjelang Ramadan.

"Momen menjelang dan selama Ramadan adalah harapan utama pelaku UMKM fesyen untuk menutup sepinya permintaan di hari lain," kata Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat (Jabar), Iwan Gunawan.

Iwan mengatakan, saat ini, masyarakat lebih memprioritaskan pemenuhan bahan kebutuhan pokok dan produk kesehatan. Persiapan fesyen Lebaran belum menjadi prioritas masyarakat.

"Untuk produk saya misalnya, permintaan distributor anjlok. Sejak awal bulan ini sampai sekarang saja, pemasukan belum mencapai 25 persen kondisi normal atau dengan kata lain anjlok lebih dari separuhnya," ujar Iwan.

Kondisi serupa, lanjutnya, dialami sejumlah pelaku UMKM fesyen lain, baik yang berbasis online maupun offline. Bahkan, sejumlah UMKM kuliner berbasis online juga mengalami penurunan permintaan.

"Ada kekhawatiran di tengah masyarakat terkait rantai pengiriman dan proses produksi. Kalaupun ada yang permintaanya meningkat, umumnya adalah masker, suplemen vitamin, dan hand sanitizer yang bukan produk UMKM," kata Iwan.

Dalam kondisi tersebut, menurut dia, pelaku UMKM harus pandai-pandai mengatur cashflow usahanya. Sebisa mungkin menagih piutang yang masih ada di luar dan menangguhkan kewajiban pembayaran utang.

Di sisi lain, ia juga meminta agar pemerintah segera mengambil kebijakan untuk menahan laju perlambatan ekonomi, khususnya bagi UMKM.

Ia juga meminta agar ada kebijakan terkait relaksasi kewajiban pelaku UMKM terhadap perbankan.

"Dengan kondisi seperti ini, potensi gagal bayar pelaku UMKM cukup besar. Oleh karena itu, kami meminta ada semacam relaksasi atau restrukturisasi kredit perbankan bagi UMKM," ujarnya.