Ad Top

Pedagang Batik di Pasar Baru Bandung Banting Setir Jadi Berjualan Masker Secara Online

3/4/2020 by Radja
Bandung
Foto: Radja

PD Pasar Bermartabat Kota Bandung menutup aktivitas niaga di Pasar Baru. Pedagang mencoba peruntungan dengan menjual alat pelindung diri (APD) masker.

Rahmad Ari Andi, salah seorang pedagang batik di Pasar Baru mengungkapkan, sejak adanya pembatasan aktivitas oleh pemerintah, membuat kiosnya menjadi sepi.

"Pekan pertama masih berjualan, tapi omzet menurun drastis, soalnya pengunjung Pasar Baru diminta keluar oleh aparat," tuturnya, Kamis (2/4/2020).

Kondisi itu membuat pria yang akrab disapa Ari tersebut harus merugi karena karyawan harus tetap digaji. "Karyawan kan dibayar harian. Karena dagangan sepi jadinya rugi," imbuhnya.

Kini aktivitas dagang di Pasar Baru total dihentikan. Ari dan sejumlah pedagang lainnya memang telah berjualan secara online. "Dari online memang ada, tapi sehari paling keluar barang satu atau dua potong baju. Kadang-kadang dalam satu hari tidak ada barang keluar satu pun," ujarnya.

Untuk bisa bertahan, Ari mencoba peruntungan dengan berjualan masker kain. Saat ini, masker memang menjadi kebutuhan bagi masyarakat. "Kalau masih bertahan berjulan batik, sulit lakunya. Jadinya mencoba ke masker, untuk bertahan saja. Untungnya juga tidak seberapa, satu lusin paling dapat untung Rp 4.500," ungkapnya.

Masker yang didapat dari beberapa daerah di Jawa Barat tersebut dijual Ari secara online. Sementara karyawannya untuk sementara dipulangkan ke rumah masing-masing.