Ad Top

Hindari PHK, Pengusaha UMKM Terpaksa Merumahkan Karyawan

7/4/2020 by Radja
Umum
Foto: Radja

PELAKU Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kini sudah banyak yang merumahkan karyawannya untuk menyiasati omzet usaha yang babak belur akibat Pandemi Covid-19 alias Virus Corona. Langkah tersebut terpaksa dilakukan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Demikian diungkapkan Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat (Jabar), Iwan Gunawan, di Bandung, Senin (6/4/2020). Ia mengatakan, jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan terjadi banyak PHK.

"Dampak Covid-19 sudah menjalar dengan cepat ke seluruh sektor usaha," ujarnya.

Jika sebelumnya yang terkena dampak sebagian besar adalah sektor transportasi, makanan minuman, hotel, dan pariwisata, menurut Iwan, saat ini manufaktur juga sudah banyak terdampak. Banyak pesanan yang dibatalkan pembeli.

"Satu bulan lagi mungkin bukan hanya PHK, tapi banyak UMKM yang gulung tikar. Tanda-tanda ke sana sudah jelas terlihat," kata Iwan.

Apalagi, menurut dia, beban pelaku usaha tidak berkurang. Bahkan pada bulan depan, selain gaji bulanan, pelaku usaha juga harus membayar tunjangan hari raya (THR) bagi seluruh pekerjanya.

"Di sisi lain, omzet usaha banyak yang anjlok signifikan. Bahkan, penurunannya ada yang mencapai 70%," kata Iwan.

Namun, ia tidak menampik bahwa ada sejumlah pelaku UMKM yang mencatat peningkatam omzet. Mereka diantaranya adalah yang bergerak di sektor alat dan produk kesehatan serta kebutuhan pokok.

"Akan tetapi, usaha mereka juga bukan tanpa tantangan. Saat ini mereka menghadapi persoalan logistik untuk pengiriman produk," ujarnya.

Dalam konsisi seperti ini, menurut Iwan, pelaku UMKM harus jeli mencari alternatif solusi. Selain memaksimalkan online, pelaku UMKM juga bisa memaksimalkan setiap potensi dan sumber daya yang dimiliki.

"Misalnya, mendorong semua tenaga kerja untuk membantu pemasaran," tuturnya.

Selain itu, menurut dia, pelaku usaha juga harus bisa menekan pengeluaran dan merestrukturisasi kewajiban dan utang. Di sisi lain, pelaku usaha harus menarik semua piutang yang masih ada di luar.