Ad Top

Naik Transportasi Umum Penumpang Wajib Gunakan Masker

7/4/2020 by Radja
Bandung
Foto: Radja

DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk memakai masker, ketika menggunakan transportasi publik. Penggunaan masker tersebut dalam mencegah penyebaran  Covid-19.

Sebelumnya Pemerintah DKI Jakarta menerapkan kebijakan  bagi para penumpang transportasi publik untuk menggunakan masker guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Bahkan bagi warga yang tidak mematuhi peraturan tersebut, maka tidak diperbolehkan memanfaatkan jasa layanan transportasi, mulai 12 April mendatang.

Sekertaris Dishub Kota Bandung, Agung Purnomo mengatakan, kebijakan penggunaan masker merupakan tindak lanjut dari peraturan pusat. Di mana mengimbau agar masyarakat tetap mempergunakan masker di luar rumah. Termasuk saat menggunakan transportasi publik.

"Kami akan segera melakukan sosiasilasi bersifat imbauan dari aturan kebijakan tersebut kepada para pengelola penyedia layanan transportasi publik," ungkap Agung saat dihubungi via telepon seluler, Senin (6/4/2020).

Agung memastikan sosialisasi segera digelar pada pengelola transportasi publik, khususnya milik Pemerintah Kota Bandung seperti, Trans Metro Bandung, Bus Sekolah, Bandung Tour On Bus (Bandros), Bus Damri. Selain itu, juga melalui pemasangan papan reklame di sejumlah ruas jalan.

Dikatakannya, untuk sosialisasi kepada pengelola jasa angkutan umum dan armada bus di seluruh terminal di Kota Bandung, akan dilakukan oleh Bidang Manajemen Transportasi dan Perparkiran (MTP) Dishub Kota Bandung. Upaya tersebut dilakukan lewat kerja sama dengan Organda dan telah dikoordinasikan kepada Dishub Jawa Barat.

"Rapat koordinasi dengan Dishub Jabar sudah kami lakukan dan segera akan kami lakukan sosialisasi imbauan lebih luas lagi. Kami pun saat ini sedang menunggu arahan kebijakan lebih lanjut dari Pak Wali Kota untuk dapat mengeluarkan surat edaran, agar  sosialisasi imbauan dapat dilakukan secara lebih masif," tuturnya.

Agung menuturkan, upaya pencegahan penularan Covid-19 melalui penggunaan layanan transportasi publik telah dilakukannya sejak beberapa waktu lalu. Seperti pemberlakukan penggunaan hand sanitizer bagi para penumpang, penyemprotan cairan disinfektan dan pemberlakukan shift bagi para supir jasa layanan angkutan transportasi publik.

"Untuk penetapan kebijakan penggunaan masker memang baru kali ini, serta baru akan kami terapkan kepada sopir dan penumpang dari transportasi-transportasi yang dikelola oleh Pemkot. Sedangkan untuk angkot dan ojek online itu kan dikelola pihak swasta, sehingga kami hanya dapat memberikan imbauan bagi masyarakat," jelasnya.

Diakuinya, imbauan penggunaan masker telah menjadi anjuran pemerintah dan WHO untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 di masyarakat.  Selain itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan physical distancing, dengan tetap berdiam diri di rumah dan tidak berkerumun atau beraktivitas kegiatan di luar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak.

"Hal ini demi kebaikan, keselamatan dan keamanan diri sendiri, orang lain, maupun masyarakat Kota Bandung dari bahaya penularan Covid-19," tambahnya.

Lambat

Sementara itu, jam keberangkatan dan kedatangan bus di terminal Leuwipanjanh kini lebih lambat dua hingga tiga jam. Pasalnya, jumlah penumpang pun mulai turun dan bus yang beroperasional pun sedikit.

"Biasanya bus yang datang maupun yang berangkat itu tiap menit, sekarang (sejak pencegahan penyebaran virus corana, red) dua jam sekali bahkan ada yang sampai tiga jam," ujar Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, Senin (6/4/2020).

Dikatakannya, Leuwipanjang lebih fokus pada arus balik, ketimbang arus mudik. Namun saat ini telah terjadi penurunan penumpang yang cukup signifikan. Normalnya, terdapat sekitar 5000 hingga 6000 penumpang yang berangkat dari terminal Leuwipanjang. Selama pandemi corona ini, turun hingga 150 persen menjadi 1300-1500 penumpang. Sementara penumpang yang datang, biasanya mencapai 3000 orang, kini hanya 400 penumpang. 

"Yang datang atau berangkat dari semua trayek, tapi sepi. Seperti ke Sukabumi, Bogor, Bekasi, tapi busnya datang setiap dua jam seklai, biasanya tiap menit ada," tuturnya.

Apalagi trayek dengan tujuan Jakarta seperi Tanjungpriok atau Kalideres saat ini sudah jarang penumpang, meski bus yang beroperasi masih ada. "Kalau berangkat ke Jakarta sudah jarang sekarang ini," terangnya 

Kemungkinan besar, kata Asep, warga menggunakan kendaraan pribadi karena menilai di terminal belum terjamin. "Kami imbau ke tiap PO untuk lakukan penyemprotan setiap bus ke luar dari garasi dan juga siapkan hand sanitizer karena Dishub tidak sediakan. Tapi kita kan tidak bisa mengontrol apakah benar tiap ke luar dari PO sudah disemprot disinfektan," terang.

Dishub telah menyediakan lorong disinfektan di pintu masuk terminal. "Sekarang ada pelarangan penyemprotan badan jadi barangnya yang disemprot orangnya diarahkan cuci tangan," ungkapnya.

Terkait mudik, Asep mengaku pihaknya tidak bisa melakukan pengecekan penumpang satu per satu. Apalagi tidak adanya pelarangan dan juga Terminal Leuwipanjang lebih fokus pada arus balik.