WABAH Covid-19 atau ..." /> WABAH Covid-19 atau ..."> WABAH Covid-19 atau ..."> WABAH Covid-19 atau ..." />
Ad Top

Dampak Covid-19, Omzet UMKM di Kota Cimahi Anjlok Hingga 80 persen

13/4/2020 by Radja
Umum
Foto: Radja

WABAH Covid-19 atau virus Corona berdampak buruk pada sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Kota Cimahi. Banyak pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet hingga mencapai 80 persen. Bahkan tak sedikit pelaku UMKM yang terpaksa merumahkan karyawannya.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM  Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin)  Kota Cimahi, Rina Mulyani mengatakan, pandemi Covid-19 sudah pasti berpengaruh terhadap usaha para pelaku UMKM yang ada di wilayahnya.

"Pastinya (terpengaruh), pelaku usaha mikro yang kehidupan ekonominya mengandalkan kegiatan produksi harian sangat terdampak, dari yang jualan sampai ke pelaku usaha ekspor juga kena dampak (Covid-19)," terangnya, Senin (13/4/2020).

Diakui Rina, meskipun belum banyak yang menutup usahanya akibat pandemi Covid-19, namun omzet mereka merosot tajam.

"Kalau tutup  belum banyak yang melaporkan, paling seperti kafe atau kedai minuman (yang tutup). Karena biasanya mereka memproduksi, tapi omzetnya benar-benar turun sampai rata rata penurunan 80 persenan," terangnya.

Saat ini jumlah usaha mikro di Kota Cimahi sebanyak 1.112 unit, sementara usaha kecil mencapai 2.842 unit. Menurut Rina, akibat pandemi Covid-19 ini banyak pelaku usaha yang merumahkan karyawannya, karena tidak mampu membayar upah dengan kondisi yang sepi order.

"Banyak karyawan yang dirumahkan. Kita dorong untuk memanfaatkan kartu pra kerja," katanya.

Menurut Rina, untuk mempertahankan eksistensinya, banyak pelaku usaha yang mengalihkan produk usahanya dengan membuat masker, yang saat ini banyak dibutuhkan masyarakat.

"Pengusaha harus pandai cari peluang, jadi banyak juga yang beralih memproduksi masker. Tidak hanya itu, mereka (pelaku UMKM) satu sama lain sebagai keluarga UKM saling memberikan semangat. Grup-grup yang ada di media sosial atau WA (Whatsapp) kita manfaatkan untuk saling mempromosikan," terangnya

Terkait upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasai pemasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM, Rina menjelaskan jika  untuk saat ini pemerintah akan fokus terlebih dahulu pada pengamanan sosial, melalui bantuan pangan, baik untuk rumah tangga sasaran (RTS), maupun masyarakat terdampak.

"UMKM menjadi salah satu masyarakat terdampak. Bantuan pangan ini bertujuan untuk menjamin kebutuhan ekonomi yang utama," katanya.

Selanjutnya, sambung Rina, pihaknya  akan fokus bagaimana membantu para UMKM untuk bangkit kembali.

"Saat ini upaya-upaya promosi dan pendampingan e-marketing yang kami fokuskan di bidang KUKM. Membantu UKM bertahan untuk tetap ada penjualan. Kami share produk-produk UKM di media sosial  dengan #belabeli," terangnya.

Selain itu pihaknya juga berkerjasama dengan pendamping UMKM membuka UMKM Crisis Centre Terdampak Covid-19. "Crisis center ini untuk membantu UMKM menjalankan bisnisnya ditengah kondisi sulit ini, seperti melayani konsultasi, memberikan informasi, menjejaringkan UKM, dan lain-lain," terang Rina

Pihaknya juga melakukan pendataan UKM terkait dampak Covid-19 ini, untuk mengetahui kondisi UKM saat ini. "Pendataan itu dilakukan, agar bisa dirumuskan kebijakannya seperti apa yang harus segera dilakukan. Hanya saja kendalanya tidak semua UKM mengisi data yang kami minta," pungkasnya.