Ad Top

Hipmi Kota Bandung Minta Ojol Tetap Beroperasi saat Penerapan PSBB di Bandung Raya

13/4/2020 by Radja
Bandung
Foto: Radja

HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung berharap ojek online (ojol) diijinkan beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di wilayah Bandung Raya. Alasannya, kehadiran ojol menjadi salah satu penyelamat sejumlah aktivitas bisnis agar masih dapat berjalan.

Plt. Ketua umum Bpc Hipmi Kota Bandung Arrovy Andasasmita mengatakan, beberapa usaha seperti kuliner membutuhkan jasa ojol agar tetap hidup di situasi seperti ini. Selain itu juga usaha yang membutuhkan jasa pengiriman barang. 

"Jadi kami meminta pemerintah Kota Bandung untuk tetap mengizinkan ojol untuk bisa bekerja dan beroperasi pada saat PSBB diberlakukan di Kota Bandung. Namun, tetap dengan mematuhi standar kelengkapan kerja lapangan seperti memakai masker," katanya dalam keterangan persnya, Senin (13/4/2020).

Untuk itu, Arrovy mengatakan, bersama dengan Hipmi Jawa Barat, pihaknya memberikan bantuan makanan 1.204 porsi, 43 botol handsanitizer, 43 botol disinfektan, 200 masker kain, dan beras 43 paket kepada ojeg-ojeg online yang beroperasi di sekitar kota Bandung. Bantuan ini merupakan bagian dari “Dapur Solidaritas” yang dilaksanakan hingga Minggu, 19 April 2020.

"Kegiatan solidaritas khusus kita tujukan kepada masyarakat, terutama kepala keluarga yang masih harus bekerja di lapangan," ujarnya. 

Ketua OC “Dapur Solidaritas” Kiki Hendrawan, mengatakan, pihaknya memahami situasi yang terjadi saat ini  berimbas pada penurunan order yang signifikan dari ojeg online. Banyak mengalami pembatalan order akibat tempat makan yang tutup tapi tidak terupdate di aplikasi. 

"Oleh karena itu, HIPMI ingin memberikan bantuan yang dirasa sangat berarti pada masa sekarang ini, yaitu makanan untuk seluruh anggota keluarganya. Kami berharap rekan-rekan ojol ini selalu sehat supaya tetap dapat membantu keberlangsungan beberapa aktivitas bisnis yang masih berjalan dan agar wabah ini dapat cepat berlalu sehingga kita dapat beraktivitas normal kembali," katanya. 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dirancang dengan ketat agar tidak menimbulkan penumpukan massa. Kegiatan ini dilakukan dengan pemanggilan per kelompok yang terdiri dari 5 orang.