Ad Top

Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir, RUU Cipta Kerja Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6%

13/6/2020 by Radja
Umum
Foto: Radja

SETELAH masa pandemi Covid-19 (virus corona) berakhir, Indonesia memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih besar lagi. Hal itu dapat direalisasikan dengan menarik kembali investasi dari luar dan menumbuhkan semangat investasi di dalam negeri.

Hal tersebut diungkapkan pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Wasiaturrahma dalam diskusi virtual bertajuk New Normal, Menyelamatkan Indonesia dari Bencana Ekonomi dengan Penciptaan Lapangan Kerja, Jumat (12/6/2020).

"Permasalahan di Indonesia selama ini adalah tumpang tindih peraturan yang menghambat. Kemudahan investasi dan kepastian berbisnis ini paling dicari investor pasca pandemi Covid-19 ini. RUU Cipta Kerja sangat mendukung sekali kemudahan memulai usaha, perizinan yang lebih mudah, dan menyelesaikan aturan tumpang tindih," katanya.

RUU Cipta Kerja yang sifatnya sapu jagat memberantas tumpang tindih peraturan, menurutnya, seharusnya bisa segera disahkan. Jika permasalahan utama ini bisa diselesaikan dengan satu payung hukum, maka target pertumbuhan ekonomi sangat mungkin dikejar.

"Saya rasa, permasalahan utama kita ini diselesaikan melalui RUU Cipta Kerja, pertumbuhan ekonomi 6 persen sangat mungkin dikejar. Momentumnya saat ini justru sangat baik, mempermudah investasi dari luar untuk masuk dan juga menarik investor domestik untuk semangat memulai kembali usaha," kata Rahma.

Dosen di Fakultas Ekonomi Bisnis ini juga melihat berbagai pro-kontra terkait RUU Cipta Kerja. Menurutnya, masalah ini harusnya dilihat secara menyeluruh. Sisi positif dari regulasi ini, sebenarnya memiliki dampak positif yang lebih banyak.

"Ketika pemerintah mulai untuk mengusut permasalahan regulasi investasi, ini pertanda yang sangat positif. Saat ini SDM kita sudah lebih welcome, iklim bisnis juga sangat potensial, jika aspek perizinan dan kepastian bisnis dijamin tentu pertumbuhan ekonomi ini bisa melejit," kata Rahma.

Hal senada diungkapkan pengamat kebijakan publik dari Universitas Wijaya Kusuma, Basa Alim Tualeka. Menurutnya, pemerintah memang perlu masuk dan melakukan intervensi melalui regulasi untuk memastikan investasi kembali bergairah.

"Kalau dilihat dari aspek domestik, saya rasa Cipta Kerja ini bisa juga diarahkan untuk beberapa sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. Ini sektor yang sangat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini," kata perwakilan dari Kadin Jatim ini.