Ad Top

Sejarah Kota Bandung: Ngabandungan Banda Indung

14/6/2020 by Radja
Bandungpedia
Foto: Radja

SEJARAH Kota Bandung merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Secara resmi, Kota Bandung lahir mulai dari masa pemerintahan Kolonial Belanda pada abad ke-19.

Kota ini didirikan atas adanya kebijakan dari Bupati Bandung, yakni R.A Wiranatakusumah II pada tahun 1794-1829.

Namun proses pendirian Kota Bandung dipercepat atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, yakni Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.

Dimana dengan mengeluarkan surat keputusan pada tanggal 25 September 1810. Hingga akhirnya pada tanggal ini ditetapkan menjadi hari lahir Kota Bandung.

Pada zaman dulu, di wilayah Jawa terdapat salah satu gunung yang berdiri dengan kokoh. Gunung tersebut bernama Gunung Sunda. Gunung ini meletus dengan sangat dahsyatnya dengan diiringi 13 letusan lainnya yang juga cukup besar.

Rangkaian letusan-letusan tersebut akhirnya mengakibatkan dinding Gunung Sunda yang berdiri kokoh dengan tinggi kurang lebih 3.500 hingga 4000 mdpl akhirnya runtuh.

Dari sinilah terbentuk kaldera besar yang diakibatkan letusan Gunung Sunda tersebut. Hingga akhirnya membentuk danau raksasa yang bernama Danau Bandung Purba dan di dalamnya muncul Gunung Tangkubanparahu.

Dalam kurun beberapa puluh tahun terkait sejarah Kota Bandung, Gunung Tangkubanparahu meletus beberapa kali.

Material letusan gunung tersebut memenuhi kawasan di sekitar Gunung Tangkubanparahu termasuk pada aliran Sungai Citarum serta Patahan Lembang.

Dampak dengan adanya letusan Gunung Tangkubanparahu membuat Danau Purba Bandung terbagi menjadi dua bagian, yakni Danau Bandung Purba Barat dan Danau Bandung Purba Timur.

Dengan seiring waktu serta adanya aktivitas gempa yang terjadi, tebing pada setiap Danau Bandung Purba terkikis menjadi gua.

Hal ini mengakibatkan air dari danau akhirnya keluar dari gua yang bernama Sanghyang Tikoro. Danau Bandung Purba yang mengering tersebut akhirnya terbentuk wilayah Bandung yang dikelilingi oleh pegunungan saat ini. Hal inilah yang menjadi awal dari sejarah Kota Bandung.

Nama Bandung diambil kata bendung atau bendungan. Hal ini sesuai dengan terciptanya wilayah Bandung yang berasal dari material lava letusan gunung berapi yang membendung aliran sungai Citarum.

Sedangkan dari filosofi Sunda, nama Bandung disadur dari kalimat yang cukup sakral serta luhur yakni Nga-Bandung-an Banda Indung.

Kalimat tersebut memiliki arti bahwa tempat segala makhluk hidup serta benda mati yang ada di tanah ibu pertiwi disaksikan oleh yang Maha Kuasa.

Sejarah Kota Bandung selanjutnya yaitu berkaitan dengan ibu kota. Sebelum akhirnya Kota Bandung menjadi salah satu bagian yang terpisah dari Kabupaten Bandung, beribukota di Dayeuhkolot.

Awalnya, daerah Dayeuhkolot bernama Karapyak yang adalah salah satu pusat pemerintahan Hindia Belanda dan pusat perdagangan di Jawa Barat. Saat itu VOC memusatkan kekuasaan perdagangannya di daerah Dayeuhkolot (Karapyak).

Pada tahun 1799 kekuasaan VOC mengalami kebangkrutan dan berakhir. Hal ini tidak terkecuali yang ada pada Kabupaten Bandung.

Dengan berakhirnya kekuasaan VOC, maka pemerintahan Hindia Belanda melakukan perombakan terhadap struktur pemerintahan.

Gubernur Jenderal Daendels memerintahkan Bupati Bandung yakni R.A Wiranatakusumah II untuk memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung.

Dalam sejarah Kota Bandung ini, lokasi yang ditunjuk berada di lokasi titik kilometer 0 Bandung yang saat ini lebih dikenal dengan Jln. Asia Afrika Bandung.

Surat keputusan tersebut resmi dikeluarkan pada tanggal 25 September 1810 dan ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Bandung.

Stasiun Kereta Api Bandung merupakan gerbang utama menuju Kota Bandung. Stasiun ini berlokasi di Jln. Kebonkawung dimana telah berdiri sejak 17 Mei 1884 yang bersamaan dengan diresmikannya jalur kereta Batavia-Bandung.

Selanjutnya, pada tahun 1894 jalur kereta Bandung-Surabaya diresmikan oleh pemerintah Hindia-Belanda. Dari tahun ke tahun stasiun kereta api Bandung mengalami perubahan dan perbaikan secara menyeluruh.

Selain sejarah Kota Bandung di atas, kota ini mempunyai beberapa julukan dari para masyarakat. Beberapa julukan tersebut antara lain Bandung Kota Kembang, Parijs van Java, dan Bandung Lautan Api.